2020-02-21

Berantas Stunting: Inpari IR Nutri Zinc Badan Litbang Kementan siap “Menutrisi” Papua

BPTP PAPUA
...

Koya Barat - WHO menyatakan bahwa Stunting adalah gangguan pertumbuhan dan perkembangan yang dialami anak-anak akibat nutrisi yang buruk, infeksi yang terjadi berulang-ulang serta stimulasi Psikososial. Lebih lanjut, Badan Kesehatan Dunia tersebut menyebutkan bahwa seorang anak, didefinisikaan mengalami stunting (Kerdil) apabila tinggi badan mereka dua kali lebih rendah dari standart tinggi badan anak-anak pada usia tersebut pada umumnya.

Estimasi global terbaru menunjukkan bahwa lebih dari seperempat anak di bawah usia 5 tahun terhambat pertumbuhannya, dan akibatnya berada pada risiko kematian yang semakin tinggi dan konsekuensi buruk lainnya sepanjang hidup. Hasil Riskesdes tahun 2013 dan 2018 menunjukkan angka stunting (Anak Kerdil) di Papua masih tinggi yaitu 32,9 % tersebar di 14 Kabupaten di Papua.
Upaya pencegahan stunting di Papua telah dilaksanakan oleh sejumlah pihak terkait baik Kementerian Kesehatan dan Dinas Kesehatan Provinsi dan masing-masing Kabupaten, salah satunya adalah Kabupaten Jayawijaya yang menetapkan 84 Kampung yang menjadi lokus penanganan. Tidak ketinggalan, Badan Penelitian dan Pengembangan Kementerian Pertanian pun telah berupaya melakukan riset perakitan Varietas Unggul Baru Padi Inpari IR Nutri Zinc. Varietas ini secara khusus diteliti dan dikembangkan oleh Balai Besar Penelitian Tanaman Padi untuk pencegahan Stunting. Padi jenis unggul yang dilepaskan oleh Kementerian Pertanian pada tahun 2019 tersebut memiliki kandungan Zinc rata-rata sebesar 34,51 ppm atau sekitar 8 ppm lebih tinggi daripada umumnya kandungan Zinc pada varietas yang umumnya dibudidayakan petani seperti Ciherang. Zinc diketahui memainkan peran penting dalam proses biologis termasuk sel pertumbuhan, diferensiasi dan metabolisme dan defisiensi mikronutrien ini membatasi pertumbuhan anak dan mengurangi resistensi terhadap infeksi, yang berkontribusi signifikan terhadap morbiditas dan mortalitas pada anak kecil.
Balitbangtan BPTP Papua telah menyerahkan sebanyak 25 Kg benih Padi IR Inpari Nutri Zinc kepada Petani Padi di Koya Barat, Distrik Muara Tami Kota Jayapura pada hari Jumat, 21 Februari 2020 untuk merealisasikan peran serta badan litbang dalam upaya pencegahan stunting di Papua. Benih tersebut terdiri dari 20 Kg benih dasar (Foundation Seed/FS) dan 5 Kg Benih Pokok (Stock Seed/SS). Penanggungjawab kegiatan, Arifuddin Kasim, sesaat sebelum menyerahkan benih padi tersebut melakukan diskusi santai dengan calon petani kooperator menjelaskan keunggulan jenis padi ini. Disampaikan juga dalam diskusi bahwa hasil panen VUB tersebut akan diserahkan kepada Dinas Pertanian setempat untuk selanjutnya disebar ke wilayah lainnya di Papua. Penanaman padi IR Inpari Nutri Zinc direncanakan akan ditanam pada bulan Maret Minggu kedua di kawasan Pertanian Koya Barat seluas 1,5 Ha dengan menerapkan pola PTT padi termasuk didalamnya penggunaan sistem jajar legowo 2:1. (Arifuddin, Merlin).

Sub Sektor : Padi
Komoditas : Tanaman Pangan
Teknologi yang Digunakan : VUB NUTRIZINC